SEO

Content Marketing sebagai strategi SEO

Conten Marketing sebagai strategi SEO-Content marketing adalah usaha-usaha pemasaran yang dilakukan dengan cara menyediakan konten yang bermanfaat untuk orang lain dengan tujuan agar mereka mengenal bisnis/usaha anda

Contoh penerapannya:

Sebuah produk suplemen fitness menerbitkan konten-konten yang berisi pola latihan dan pola makan untuk pengembangan otot. Dengan demikian orang yang mencari informasi tentang konten tadi akan tiba ke website penjualan produk suplemennya.

Dari sini anda sudah bisa melihat sedikit hubungannya.Seorang content marketer membutuhkan pengetahuan SEO supaya kontennya bisa mendapatkan peringkat yang baik di mesin pencari. Karena Google merupakan sumber traffic terbesar.

Konten yang baik = Informasi yang berkualitas.

Untuk bisa menciptakan konten terbaik, maka seorang praktisi SEO harus belajar content marketing. Jadi, bisa kita simpulkan bahwa dalam digital marketing posisi SEO dan Content Marketing saling berhubungan.

Hal-hal yang harus di perhatikan ketika menulis content.

1. Utamakan kualitas konten

Jangan membuat konten yang kualitasnya rendah, semakin banyak konten yang rendah kualitasnya di website anda maka semakin rendah kualitas website anda secara keseluruhan. orang cenderung tidak akan membaca content yang tidak jelas/kualitas rendah.

2. Jangan utamakan Kuantitas

Anda harus ingat biasanya Semakin sering anda menerbitkan konten, semakin sulit mempertahankan kualitas. Konten memang penting, tapi jangan hanya membuat konten karena anda ingin punya konten, sehingga hasilnya hanya asal2an. Pastikan apa yang dibahas dalam konten anda tidak sama dengan milik website lain, dan pastikan konten anda nilainya lebih tinggi.

3. Google me-rangking halaman, bukan website

Mereka tidak peduli apakah website anda punya 1000 halaman atau hanya 1, yang mendapatkan posisi terbaik hanya konten terbaik. Jumlah halaman tidak berpengaruh. Selain itu, apabila anda punya banyak halaman yang mengincar keyword tertentu maka artinya anda juga akan bersaing dengan diri sendiri tetapi umumnya Google hanya menampilkan 1 halaman dari 1 website.

Jadi, lebih baik membuat 1 konten dengan kualitas setinggi mungkin daripada membuat 2 konten berbeda dengan topik yang sama persis.

4. Konten berkualitas saja belum cukup

Meskipun konten memegang peranan terbesar, tapi Google adalah robot. Google bisa menentukan apakah artikel relevan dengan apa yang diinginkan tapi mereka tidak bisa langsung membaca artikel untuk menentukan kualitasnya. Karena itu mereka membutuhkan faktor luar:

Kepuasan pembaca.

Dengan menyadari ini, maka yang harusnya anda lakukan setelah menerbitkan konten andalah memberitahukan keberadaan kontent tersebut kepada orang lain.

5. Penggunaan keyword

Padahal keyword memegang peranan penting dalam SEO. Penggunaan kata kunci dalam artikel bisa merubah suatu konten menjadi pedang tumpul, pedang tajam, atau pedang bermata dua.

Ada 4 kesalahan utama dalam penggunaan keyword untuk konten:

  1. Keyword stuffing – menggunakan kata kunci yang sama berulang-ulang dalam satu halaman, harapannya supaya Google menganggap konten ini relevan dengan kata kunci, padahal berakibat fatal.
  2. Keyword umum – mengincar kata kunci yang terlalu umum atau luas tanpa peduli dengan search intent atau tujuan pencariannya.
  3. Tanpa keyword – kalau anda sudah mempublikasikan banyak konten, anda akan merasakan bahwa konten yang mengincar suatu keyword tertentu secara tepat akan mendapat volume pengunjung yang lebih besar daripada yang tidak mengincar sama sekali.
  4. Persaingan internal – 1 website umumnya hanya muncul sekali di satu halaman hasil pencarian. Kalau lebih dari satu konten anda mengincar keyword utama yang sama, maka anda akan terjadi persaingan internal halaman. Karena itu lakukan diversifikasi keyword untuk setiap halaman.
Advertisements