Keyword Research

Strategi menerapkan Keyword dari Hasil Riset

Setelah melakukan riset, terus bagaimana cara menggunakan keywordnya?berikut caranya.

1. Melakukan analisa tingkat kesulitan

Untuk menganalisa tingkat kesulitan bisa dengan menggunakan berbagaimacam cara. bisa secara manual maupun otomatis. kali ini saya menggunakan cara yang otomatis yaitu dengan menggunakan termexplorer yang jauh lebih mudah.

  1. Klik menu Keyword Analyzer di bagian atas, klik ‘Start a Keyword Analyzer Project’.
  2. Paste keyword dari file Excel yang sudah anda simpan.
  3. Sebelum menekan tombol ‘Start Project’ ubah negaranya

Tunggu beberapa detik/menit. setelah selesai, klik tombol Download CSV:

Kemudian file ini bisa anda buka di Microsoft Excel atau Google Sheets. Dibandingkan cara manual, TermExplorer akan menghasilkan analisa yang jauh lebih lengkap. Difficulty Score bisa anda lihat di kolom paling kanan:

 

2. Menentukan prioritas keyword

Hal-hal yang menjadi pertimbangan dalam menentukan prioritas keyword:

  1. Hindari keyword dengan volume (Avg. Monthly Searches) rendah tapi difficulty tinggi
  2. Prioritaskan keyword dengan volume tinggi dan difficulty rendah
  3. Prioritaskan keyword dengan volume menengah dan difficulty sangat
  4. Prioritaskan keyword dengan volume rendah, difficulty rendah, tapi sangat relevan dengan target pasar anda
  5. Prioritaskan semua keyword yang sangat relevan, terlepas dari difficulty-nya
  6. Hapus keyword yang tidak masuk akal
  7. jangan hapus keyword-keyword dengan volume dan difficulty tinggi. Ini masih bisa digunakan nanti saat website anda sudah cukup besar.
  8. Ada baiknya anda lakukan analisa lagi karena angka persaingan tidak selalu akurat.

3. Memahami jenis konten yang tepat untuk keyword tertentu

Kontent itu tidak hanya berupa tulisan, video, dan gambar saja. Namun apapun yang ada di sebuah halaman website adalah konten.Untuk keyword commercial investigation dan transactional, biasanya yang kita butuhkan bukan konten artikel, video, atau gambar. itu semua tidak cukup.

Misalnya keyword “promo tiket pesawat”.

Untuk keyword tersebut, anda tidak akan bisa masuk ke halaman 1 di Google kalau hanya membuat artikel baru yang berisi promo tiap bulan.Google paham bahwa orang-orang tidak butuh artikel. Kualitasnya harus lebih tinggi.

Cara mengetahui tipe konten yang tepat bagaimana??

Bayangkan andalah yang sedang mencari keyword tersebut di Google. Konten seperti apa yang kira-kira anda harapkan?

Coba saya berikan contoh kasus:

  • Keyword: “jual canon 60d”. Konten: halaman penjualan produk Canon 60D.
  • Keyword: “jual kamera dslr”. Konten: homepage dari toko online yang menjual kamera (karena keywordnya tidak spesifik).
  • Keyword: “kamera dslr”. Konten: penjelasan kamera DSLR.
  • Keyword: “kamera dslr terbaik”. Konten: artikel berisi daftar kamera DSLR terbaik
  • Keyword: “canon 60d”. Konten: halaman produk Canon 60D dari website resmi Canon

Seperti itu.Mulai sekarang, jangan lagi buru-buru membuat artikel untuk semua jenis keyword. Perhatikan kebutuhan kontennya.

4. Menggunakan keyword di dalam konten

Kita tidak perlu pusing-pusing menggunakan keyword di dalam konten. Asalkan kita membuat konten yang isinya tentang keyword tersebut, Google akan paham.Dengan adanya Hummingbird, Google bisa paham TOPIK dari sebuah halaman meskipun kita sama sekali tidak menulis keywordnya. itulah kehebatan Google sekarang. beda dengan yang dulu.

Gunakan keywordnya sebagai topik saja, kemudian buatlah konten yang “apa adanya” tanpa perlu pusing dimana menempatkan keyword tersebut.

Selain itu, anda juga tidak perlu mem-bold/italic/underline setiap kali keywordnya muncul.

ada 3 tempat dimana kita sebaiknya menyertakan keyword:

  1. Judul halaman
  2. URL
  3. Backlink

Itu saja.

Advertisements