Content Marketing

9 Teknik menulis artikel yang baik untuk Website

1. Pelajari karakter calon pembaca

Untuk apa sih memahami karakter pembaca?

Tujuannya supaya anda bisa menyesuaikan isi artikel terutama gaya penulisan dengan karakter pembaca anda.Kalau pembaca anda mayoritas anak muda, gunakan bahasa yang lebih santai. Kalau pembaca anda orang tua gunakan bahasa yang lebih formal tetapi jangan membosankan.

 

2. pancing dengan judul yang menaraik

Tahukah anda…kalau ada 100 orang yang mampir ke website anda, 80 orang akan membaca judul. Tapi hanya 20 orang yang akan membaca isi artikelnya.Jadi judul yang menarik akan membuat orang berminat untuk membaca.

Contoh : Misalkan kalau anda search di Google dengan kata kunci “cara mengusir lalat”, kemudian di peringkat 1-3 ada artikel berjudul seperti ini:

  1. 5 Cara Mengusir Lalat
  2. 5 Cara Praktis untuk Mengusir Lalat dari Rumah dalam 30 Menit
  3. Tutorial Tips Cara Mengusir Lalat Secara Alami Terbaru Terlengkap

Judul artikel pertama…sudah biasa. Format penulisan judul seperti nomor 1 terlalu standar, tidak ada faktor yang membuat orang lain tertarik untuk membaca.

Judul kedua:Ada kata-kata seperti “praktis” dan “dalam 30 menit”. Bandingkan dengan yang pertama, dari judulnya saja kita sudah bisa membayangkan artikel ini lebih menarik. Kalau judul pertama ibarat makan tahu, judul kedua tahu + kecap.Manusia yang melakukan pencarian di Google selalu ingin solusi terbaik dan termudah dari permasalahan mereka. Inilah yang harus kita tawarkan. Karena itulah di judul harus ada “kecapnya”.

Judul ketiga adalah korban dari optimasi berlebihan dengan memasukkan kata-kata yang terlihat heboh, padahal justru jadi aneh dibaca. Ini tren yang sering dilakukan blogger Indonesia.Jangan pernah gunakan judul ke-3.Artikel anda akan jadi terkesan murahan.

 

3. Artikel anda tidak akan di baca kata per kata, lakukan ini untuk mengakali

Sebagian besar pembaca melewati sebagian besar tulisan kita, mereka tidak membaca tetapi melakukan scanning atau skimming. Mengambil poin-poin pentingnya saja. Pola pembaca ini diberi nama F-shaped pattern karena seperti huruf F. caranya gimana supaya enak di baca?

  • Isi 1 paragraf maksimal 3-4 baris, dengan panjang horizontal tidak lebih dari 20 kata.
  • gunakan subheader untuk memotong atar bagian supaya artikel anda jadi lebih “ringan”.
  • Terapkan inverted-pyramid (piramida terbalik seperti gambar disamping)

Bagian atas (depan) artikel harus mengandung gambaran utama dari artikel anda dan alasan mengapa mereka harus membaca artikel tersebut lebih lanjut. Dengan demikian akan semakin banyak pembaca yang akan melanjutkan membaca sampai akhir.

 

4. Buat format penulisan yang baik

  • Gunakan font yang mudah dibaca seperti Arial, Helvetica, Open Sans, Roboto, Georgia. dll. koleksi font yang bagus dan gratis disini Google Fonts.
  • Ukuran antara 14-22px
  • Lebar horizontal antara 480-720px
  • Line-height antara 1.5-2em
  • Margin di bawah paragraf antara 1.5-2em

 

5. Tingkatkan kualitas dan bobot isi artikel anda

Kalau anda bukan seorang ahli dalam topik artikel yang akan anda buat, perbanyak waktu untuk membaca artikel-artikel lain yang sejenis. Kemudian gunakan metode KTP untuk membuat konten berkualitas.

Jenis artikel yang umum di internet ada 2: informasi atau panduan.Kalau artikel berupa panduan, isinya harus benar-benar bisa menjadi panduan bukan sekedar bacaan.

Artikel berbobot selalu lebih panjang, tapi artikel yang lebih panjang belum tentu berbobot.Topik sangat berpengaruh dengan panjang artikel. Kalau topik yang anda pilih memang sempit, maka artikelnya memang akan jadi pendek. Jangan paksakan topik yang sempit jadi panjang.

 

6. Temukan dan gunakan keyword LSI

LSI (Latent Semantic Index) adalah fitur yang diadopsi oleh mesin pencari supaya bisa mengerti maksud dari artikel.Misalnya “Apple”.

Istilah Apple bisa ambigu antara buah atau nama perusahaan, tapi mesin pencari mampu membedakan mana yang buah dan mana yang perusahaan dengan cara membaca kata-kata yang mengelilingi kata utamanya.

Mencari keyword LSI tidak sulit. Lakukan pencarian di Google dengan keyword utama anda.Dalam contoh ini saya gunakan “belajar gitar”. Scroll ke bagian bawah. anda akan menemukan ini:

Inilah berbagai variasi LSI yang bisa anda gunakan. Anda juga tidak perlu menggunakan keyword-keyword ini secara persis “belajar gitar klasik”, “belajar gitar pemula”, dan lain-lain. Menggunakan sebagian saja sudah cukup, yang penting masuk akal

7. Lakukan pemeriksaan tata bahasa dan ejaan

Lakukan tahapan seperti berikut:

  1. Tulis artikel anda sampai selesai tanpa melakukan pemeriksaan
  2. Baca artikel anda dengan suara (bukan dalam hati)
  3. Perbaiki setiap kalimat yang terdengar janggal ketika diucapkan

etika membaca, bayangkan anda sedang presentasi di depan umum atau sedang bercerita dengan teman anda (tergantung jenis artikelnya).

 

8. Lakukan optimasi on-page SEO lainnya

Lupakan SEO saat menulis, ingat SEO lagi saat selesai menulis.untuk optimasi off page seo lakukan langkah berikut.

  • Meta description: terkadang akan muncul di hasil pencarian sebagai ringkasan artikel anda. tidak perlu mnyertkan keyword, namun kalau mau menyertakan ya tulis saja jangan lebih dari 1.
  • URL: Mengandung keyword utama. Tidak terlalu panjang. Usahakan tidak mengandung preposisi
  • Gambar: Dalam HTML, gunakan atribut alt untuk gambar. Jika memang berhubungan dengan gambarnya, gunakan keyword LSI dalam alt.
  • Link ke halaman lain dan ke website lain. Apabila memungkinkan, sertakan internal link ke artikel lain yang berhubungan dengan topik artikel yang sedang anda tulis karena akan meningkatkan struktur website.

 

9. Mencari pembaca

Ada beberapa tips mendasar yang bisa anda lakukan untuk memasarkan konten:

  1. Beritahukan orang lain di jejaring sosial dan situs komunitas (forum). Jangan spam, lakukan hanya kalau ada yang membutuhkan info terkait
  2. Pasang tombol share di setiap artikel untuk mempermudah pembaca sharing artikel
  3. Beritahukan ke akun Twitter yang membahas topik serupa

 

Advertisements