Copywriting

Membuat Landing page yang menghasilkan penjualan

Sudah tau yang dimaksud dengan landing page?sudah pernah lihat? kalau belum anda bisa menemukan beberapa contoh landing page di sini:

Bagus-tidaknya sebuah landing page akan berdampak langsung terhadap tingkat konversi (Penjualan). Faktor yang mempengaruhi penjualan anda melalui landing page  adalah copywriting, desain, waktu loading halaman, dan sebagainya. Untuk membuat landing page yang menghasilkan konversi yang tinggi bagaimana?berikut langkah2nya.

1. Tentukan SATU tujuan dari landing page

Satu.tidak kurang.tidak lebih. Landing page anda harus punya 1 tujuan akhir, misalnya:

  • Pembelian produk
  • Memasukkan alamat email
  • Mendaftar akun
  • Mendaftar webinar
  • Menghubungi anda via email dan/atau telepon
  • Mendownload
  • dan lain-lain

Kalau anda punya lebih dari 1 goal, maka copy yang anda buat akan kacau balau. Lalu bagaimana solusinya kalau saya punya lebih dari 1 tujuan?”

Buat lebih dari 1 landing page.

2. Komponen utama sebuah landing page yang efektif

Untuk membuat landing page yang efektif,yang harus dilakukan adalah:

  1. Buat Headline yang mampu menangkap perhatian.Headline dari landing page anda harus:
    1. Tidak terlalu umum
    2. Tidak membosankan
    3. Kretif membuat judul
    4. Langsung bisa dipahami
    5. Tidak bertele-tele
    6. Menyajikan manfaat
    7. Terasa personal
  2. Buat Subheadline yang memperjelas dan memperkuat headlineKeberadaan subheadline tidak wajib. Karena headline harus bisa menarik perhatian dalam 8 detik, maka isinya harus singkat, padat, dan tetap jelas. Setelah perhatian tertangkap melalui headline yang singkat, subheadline akan menjelaskan lebih lanjut manfaat apa yang akan mereka dapatkan. Isi dari headline dan subheadlinya harus sama.
  3. Manfaat atau solusi permasalahan sebagai badan dari landing pageIngat: Mereka bukan membeli karena fiturnya, mereka bukan membeli karena harganya, tapi yang paling penting adalah mereka membeli karena manfaatnya. Karena itulah, manfaat dan solusi dari permasalahan merupakan komponen yang sangat efektif sebagai badan landing page.Panjang dan pendeknya landing page mana yang lebih bagus?Apakah yang badannya panjang akan lebih dipercaya? Apakah yang pendek lebih tinggi konversinya karena pengunjung tidak lelah membaca? belum tentu…

    Ini pertimbangannya:

    • Kalau mereka mengeluarkan uang, biasanya panjang lebih bagus karena kita bisa meyakinkan mereka
    • Kalau tanpa mengeluarkan uang atau kartu kredit, tidak perlu panjang
    • Kalau mereka sudah tahu persis apa yang akan mereka dapatkan, pendek. Misalnya baju.
    • Kalau mereka tidak tahu gambarannya apa yang akan mereka dapatkan, anda perlu menjelaskan secara detail. Misalnya software atau kursus online

    Jadi sesuaikan dengan kebutuhan anda.

  4. Social proof/testimonial yang mampu mempengaruhi keputusanTestimonial itu bukan sekedar kisah sukses.Tetapi harus mengandung manfaat dan hasil yang mereka peroleh. hati2 dalam membuat testimoni karena yang sering terjadi adalah testimonial yang kita pasang justru meragukan. Akibatnya mereka jadi curiga dengan anda…disangka penipu.Ada beberapa bentuk social proof:
    1. Jumlah pengguna
    2. Daftar pengguna yang “bernama”
    3. Komentar dari orang yang terkenal
    4. Komentar dari beberapa pengguna yang puas
  5. Call to action (CTA) yang menonjol dan tidak menyeramkanCTA itu menyeramkan. Sebuah tombol “beli” atau “bayar” saja bisa membuat pembaca berpikir 7 keliling. Buat Penulisan CTA yang bisa menghilangkan rasa takut. Jangan hanya menggunakan kata-kata ini saja dalam CTA:
    1. Daftar
    2. Download
    3. Submit
    4. Klik disini
    5. Beli

    Terlalu ambigu dan menyeramkan.Tambahkan atau ganti menjadi kata lain yang lebih ramah. CTA yang baik menjelaskan apa yang terjadi atau apa yang akan mereka dapatkan setelah melanjutkan.seperti contoh disamping.

    pengunjung jadi tahu apa yang akan didapatkan setelah menekan tombol.

    Untuk landing page pendaftaran, anda bisa memainkan kata-kata dalam CTA. Jadi buatlah sesuai kreativitas anda daripada hanya menggunakan “daftar”.

    Kalau dalam langkah berikutnya pengunjung langsung dibawa ke halaman pembayaran, maka CTA anda sebaiknya “Beli [nama produk]”

    Untuk mengurangi rasa takut, solusinya berikan:

    • Garansi uang kembali
    • Masa uji coba (trial) gratis
    • Harga diskon
    • Pilihan paket harga (kalau ada)

3. Lakukan pengujian untuk mendapatkan hasil terbaik.

Dalam copywriting dan landing page, kita tidak mengenal “senjata rahasia” yang ampuh untuk semua kondisi.Tidak ada template yang selalu bisa memberikan konversi tertinggi. karena penawaran setiap orang berbeda-beda maka yang bisa anda lakukan adalah mengaplikasikan konsep tersebut menjadi copy ciptaan anda sendiri.

Karena itulah kita sendiri yang harus melakukan pengujian.Pengujian ini diberi nama A/B test atau kadang disebut split test. Artinya, dalam periode yang sama kita menampilkan 2 atau lebih variasi copy (atau desain) yang berbeda. Jadi misalnya ada 1000 pengunjung.. 500 orang melihat variasi A, dan 500 orang lagi melihat variasi B. seperti conoh ini.

Kedua halaman ini sama persis yang berbeda hanya judulnya. Ternyata setelah dilakukan A/B test, yang di kanan mendapatkan tingkat konversi 307,77% lebih besar daripada yang kiri.

Bagaimana cara mengetesnya??

Kalau anda menggunakan layanan seperti Unbounce atau LeadPages untuk membuat landing page, keduanya sudah punya fitur A/B test bawaan. Kalau tidak, anda bisa menggunakan layanan Optimizely yang gratis dalam batas tertentu. Atau gunakan Google Analytics kalau anda ingin yang benar-benar gratis.

Advertisements